Memang

Memang waktu tak menentu

Hari-hari t’lah kuhadapi tanpamu

Tetapi kau s’lalu di anganku

Setiap waktu, berlalu

 

Memang waktunya tidak tepat

Untuk kita memulai sesuatu dengan cepat

Tetapi mengapa aku masih

Berharap kita bisa menjadi kekasih?

 

Memang malam-malam aku bermimpi

Tentangmu, tentang kita, aku sendiri

Tetapi mengapa aku masih bisa

Mempertahankan perasaanku padamu…

 

Memang kita sekarang di tempat berbeda

Kau di sana, ku di sini, apa adanya

Tetapi kita masih di bawah langit yang sama

Berbeda tiga jam tak ada artinya

 

Memang aku masih tak bisa

Melepaskanmu, tak memikirkanmu

Memang aku masih ingin selalu

Memandangmu, memegangmu

Mendampingimu, menjunjungmu

Memelukmu, mendengarkan detak jantungmu

Memang, beginilah aku

Tulus masih sayang

Pada dirimu…

Advertisements

~ by cendana on March 30, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: